Minggu, April 10, 2011

Fakta dalam Tubuh Kita !

Tidak banyak yang tahu atau menyadari keajaiban dari apa yang kita miliki: air mata, air telinga, dan air liur. Fakta ilmiah ini terkadang disepelekan, padahal ketiganya memiliki fungsi berlainan yang memang diciptakan demikian oleh sang Pencipta sehingga kita dapat hidup dengan sangat baik.

Air Mata - Rasanya Asin

Air mata berasa asin karena memang kandungannya yang meliputi leusinenkefalin, adrenokortikotropik, dan prolaktin serta beberapa elektrolit, protein pengikat lemak dan Imunoglobulin A yang keseluruhannya menghasilkan rasa asin.

Dimana fungsi utama dari keseluruhannya ialah menjaga kondisi mata agar tetap stabil. Protein pengikat lemak itu sendiri membuat lapisan terluar yang terdiri dari lapisan lemak yang fungsinya melindungi kelembaban mata tetap utuh.

Air Telinga - Rasanya Pahit

Air telinga kita pahit, sebenarnya merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar di dalam telinga yang bersifat basa dan lengket. Sekresi ini memungkinkan telinga yang mana lubangnya terbuka dan tanpa penutup itu bilamana termasuki oleh serangga ataupun makhluk kecil lain menjadikan mereka tidak tahan berlama-lama di dalamnya dan segera keluar dari telinga.

Cairan yang cenderung lengket menjadikan benda-benda kecil yang masuk cenderung terperangkap dan dapat dikeluarkan sebagai kotoran telinga.

Air Liur - Rasanya Tawar

Air liur kita memang berasa tawar. Ini dikarenakan memang fungsi daripadanya yang berhubungan dengan rasa dari makanan yang kita makan. Dapatkah Anda bayangkan jika air liur kita berubah rasa? Sangat-sangat tidak mengenakkan sekali pasti di kala menyantap makanan.

Ini pun pasti Anda rasakan ketika Anda sakit. Minum air tawar pun berasa pahit. Sangat tidak nyaman. Air liur mengandung enzim dan beberapa protein dan zat antibakteri.

Pada waktu Anda sakit, kandungan dari air liur berubah sedemikian rupa sehingga komposisi daripadanya cenderung menghasilkan cairan yang agak basa. Inilah mengapa Anda merasakan rasa pahit saat sakit dan sangat tidak nyaman di kala menyantap makanan.

Menciptakan Organisasi Kemitraan

Salah satu usaha membangun kehidupan berbangsa sangat pula ditentukan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha masyarakat yang secara sadar mampu mengubah sikap dan perilaku dalam proses apa yang kita sebut mengintergrasikan niat kepentingan kemiteraan sebagai salah satu mengangkat derajat manusia.

Kita menyadari sepenuhnya membangun suatu kebiasaan baru bukanlah sesuatu yang gampang untuk dilaksanakan, disitulah letak kunci bagaimana sebaiknya kita mengungkit kekuatan berpikir baik secara methodis (otak dan hati) maupun secara non-methodis (hati).

Kebangkitan kekuatan pikiran dalam usaha untuk melaksanakan perubahan sikap dan perilaku dimulai dengan semangat niat yang mendorong membangun keinginan yang untuk menopang penguasaan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka membangun organisasi kemiteraan sebagai solusi agar kita bersama-sama mendorong satu kebersamaan dalam proses berpikir untuk memanfaatkan perubahan yang didorong oleh pemahaman kemiteraan dari satu pendekatan menguraikan kata kemietaraan menjadi bermakna.

Kata KEMITERAAN dapat diuraikan dari huruf menjadi kata yang bermakna untuk mendorong mencari jawaban atas what, why, where, when, who, dan how sebagai daya dorong dalam proses mngintergrasikan kepentingan kemiteraan sebagai berikut :

K menjadi (K)erja sama; E menjadi (E)konomi; M menjadi (M)emanfaatkan; I menjadi (I)nformasi; T menjadi (T)eknologi; A menjadi (A)kses; A menjadi (A)kselerasi; N menjadi (N)ilai tambah.

Bertitik tolak dari makna kata, bila kita rumuskan menjadi kata bermakna, maka KEMITERAAN adalah suatu strategi bisnis kedalam (K)erja sama (E)konomi dengan (M)emanfaatkan sistem (I)nformasi dan (T)eknologi web sebagai alat (A)kses untuk pintu masuk dalam usaha meningkatkan (A)kselerasi (N)ilai tambah.

Dengan pemahaman tersebut diharapkan mendorong usaha membangun organisasi kemiteraan sebagai alat untuk berkarya dalam kebersamaan mewujudkan kebiasaan yang produktif melalui proses intergrasi kepentingan.

Organisasi dan Lingkungan

Organisasi diasumsikan tersusun dari gabungan internal dan eksternal dari hasil social exchange yang dibentuk untuk mempengaruhi dan mengendalikan perilaku. Selain itu juga organisasi dapat diasumsikan sebagai berupaya mencapai dua tujuan yang saling berhubungan: menguasai sumber daya yang membuat ketergantungannya pada organisasi lain diminimalkan dan menguasai sumber daya yang meminimalkan ketergantungan organisasi lain pada diri mereka berdampak pada pertukaran antara organisasi dengan demikian mempengaruhi power organisasi.

Lingkungan diasumsikan memiliki sumber daya langka dan bernilai tinggi yang dibutuhan organisasi agar bisa bertahan hidup. Dengan demikian lingkungan membawa persoalan organisasi yaitu ketidakpastian dalam akuisisi sumber daya.

Organisasi dan lingkungan diantaranya :

• Organisasi dan lingkungan saling tergantung
• Lingkungan secara langsung mempengaruhi outcomes
• Organisasi juga memodifikasi dan memilih lingkungannya
• Lingkungan mensuplai materia dan ingredients yang membentuk organisasi

Ada tiga teori organisasi dan lingkungan:

1) Resource Dependency Theory
2) Institutional Theory
3) Theory of Organizational Ecology

1) Resource Dependency Theory:

Yakni melihat hubungan antar-organisasi dan juga antar-subunit di dalam satu organisasi menurut, Pfeffer, J. and G. Salancik (1978):

• Resource Dependency Theory difokuskan pada konsekuensi perbedaan power antara organisasi satu dengan lainnya.
• Organisasi tergantung pada lingkungan agar bisa bertahan hidup.
• Ketergantungan ini mengakibatkan eksternal mengontrol situasi.
• Perilaku organisasi adalah respons pada ketergantungannya atau terbatasnya lingkungan atau upaya membebaskan diri dari keterbatasan atau ketergantungan atau ketidakpastian itu.
• Organisasi berupaya manage lingkungannya untuk mengurangi ketergantungannya dan ketidakpastian itu agar bisa mendapatkan kebebasan bertindak dan stabilitas.
• Organisasi tidak otonom, organisasi tergantung pada organisasi lainnya dan mencoba bagaimana mengendalikan ketergantungannya itu
• Teori power-dependence relations: memahami organisasi mana tergantung (constrained) organisasi lainnya hubungan atau pertukaran atau exchange not equally important bagi dua organisasi hubungan atau ketergantungan itu asimetris
• Ketergantungan yang asimetris menghasilkan power
• Power ada pada organisasi yang mengendalikan sumber daya

Power muncul dari:

o possesion of the resource
o ownership of the resource
o control of access to the resource
o control of actual use of the resource (mis. air traffic controller)
o making the rules that regulate the resources